Kamis, 11 Agustus 2016

Dapatkah mengobati penyakit dengan Al Qur'an ? Ini jawabannya

Penyakit dan kesulitan lain dalam menjalani kehidupan duniawi ini tidak hanya dilihat sebagai sebuah kemalangan atau sebagai ekpresi dari ketidaksenangan Allah Ta'ala. Bagi mereka hamba-hamba Allah yang menikmati hubungan yang sangat khusus dengan-Nya, itu adalah sarana berkat yang besar dan rahmat. Apakah ada orang di dunia ini yang bebas dari dosa dan kesalahan ? Jika setiap jiwa itu harus sepenuhnya balasan untuk setiap aksinya, maka selain para nabi tidak berdosa dari Allah, Ambiyaa (Alaihimus salaam), tidak ada orang lain akan menjadi layak memasuki Jannah. 

Dapatkah mengobati penyakit dengan Al Qur'an ? Ini jawabannya


Manusia melakukan dosa kecil dan besar sepanjang waktu, tetapi kesulitan dan penderitaan yang ia mengalami di dunia ini seperti penyakit, kesedihan dan duka, menjadi penghapus bagi dosa-dosanya, dan dengan cara ini ia dibersihkan dari dosa-dosanya selama di dunia. Allah Ta'ala begitu melembutnya dan toleran dengan umat tercinta Nabi Muhammad (Sallalaahu alaihi wasallam). Namun, telah diamati bahwa karena kurangnya pengetahuan yang tepat, sangat sering bahkan ketika seorang muslim menjadi sakit, banyak pernyataan yang salah diucapkan oleh orang yang sakit serta orang-orang yang merawat dan merawatnya. 

Untuk mencari obatnya untuk penyakit seseorang dan mengambil pengobatan untuk itu tentu tidak dilarang dalam Islam. Bahkan itu adalah Sunnah. Ada juga tidak ada salahnya jika seseorang mengeluh tentang rasa sakit di tubuh. Namun, ketika seseorang menjadi sakit dan kemudian mengeluh pahit dan objek untuk Allah Ta'ala menunjukkan rasa tidak hormat dan tidak tahu berterima kasih kepada-Nya, kita harus bersyukur kepada Allah Ta'ala pada semua kondisi apapun. 

Hidup dan mati ada di tangan Allah Ta'ala saja. Orang yang sakit harus menganggap penyakitnya sebagai hadiah dan tanda khusus dari rahmat Allah Ta'ala. Ketika anda menyadari ini, maka setiap saat anda akan bersyukur kepada Allah Ta'ala. Selanjutnya, mereka yang merawat orang sakit, seperti dokter dan perawat, harus memahami terlebih dahulu, bahwa layanan yang mereka berikan pasti akan mendapatkan sawaab besar (pahala dari Allah), bahwa mereka memenuhi bagian dari ibaad huqooqul (yaitu hak ciptaan Allah). 
Artikel Islami lainnya : Kata ini mengandung makna namun disepelekan
Setiap dokter Muslim, perawat dan orang sakit harus belajar pada Kekasih Nabi kita Muhammad (shallallahu alaihi Wasallam) yang telah mengatakan tentang penyakit dan penyakit. Nabi kami (shallallahu alaihi Wasallam) telah mengajarkan kita bahwa seseorang diuji sesuai dengan tingkat keimanan dalam hidupnya. Jika ia teguh pada iman nya maka setiap ujian akan selalu mendapat jalan-Nya, dan jika ia lemah iman maka kesulitan akan dibuat mudah kepadanya. (Tirmizi, Ibnu Majah)

Aa'isha (Radiyallaahu anha) mengatakan :
Aku belum pernah melihat siapa pun yang menderita penyakit sebanyak Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam) (Sahih Bukhari) 

Sayidina Aa'isha (Radiyallaahu anha) juga meriwayatkan bahwa Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam) berkata :
Ketika dosa seseorang menjadi begitu banyak bahwa perbuatan baik tidak dapat memusnahkan mereka, maka Allah Ta'ala memungkinkan kesedihan mengatasinya agar mengampuni dosa-dosanya. " (Musnad Ahmad) 

Demikian pula, Sayidina Abu Hurairah (Radiyallaahu anhu) melaporkan bahwa Rasulullah (shallallahu alaihi Wasallam) berkata :
Ketika Allah Ta'ala ingin baik untuk seseorang, maka dia menjadi menderita sakit (atau kesulitan). (Sahih Bukhari )
Dapatkah mengobati penyakit dengan Al Qur'an menyembuhkan penyakit fisik seperti kanker karena dapat menyembuhkan penyakit spiritual sebagai al-'Ayn (mata jahat) atau al-mass (disentuh oleh setan, yaitu, kegilaan), dan sebagainya ? 

Apakah ada bukti untuk itu ? Semoga Allah membalas Anda dengan pahala. Aamiin 

Jawaban : 

Segala puji bagi Allah. Dalam Al-Qur'an dan do'a mungkin ada penyembuhan untuk segala penyakit, dengan izin Allah. Ada banyak bukti untuk itu, misalnya Allah telah berfirman ( interpretasi artinya) :
Katakanlah itu adalah bagi mereka yang percaya, panduan dan penyembuhan ( QS Fussilat 41:44)
Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sebagai penyembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman ( QS al-Israa 17:82) 
Nabi, sallallahu' alayhi wasalam, ketika ia menderita beberapa penyakit akan membacakan ke tangannya ketika akan tidur :
Qul Huwa Allahu Ahad dan al Mi'wadhatayn (yaitu, tiga surat terakhir dari Al Qur'an), tiga kali, setiap kali menyeka sebanyak tubuhnya yang dia bisa, dimulai dengan kepala dan wajah dan dada. Dia melakukan ini setiap kali ia pergi tidur, seperti yang disampaikan dalam hadits shahih yang di riwayatkan dari 'Aisyah ra. 
Majmu' Fatawa wa Maqaalaat Mutanawwi'ah li Samaahat al-Syaikh al-'allamah 'Abd al -'azeez ibn 'Abd-Allah ibn Baaz (semoga Allah merahmatinya)

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً “Sampaikanlah ilmu dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)
Semoga anda mendapatkan pahala dengan membagikan artikel ini. Aamiin

Artikel Terkait